The Participation of Community in Tourism Development of the Muara Jambi Temple Complex, Muaro Jambi Regency

Tirta Utama Sinuhaji, Suwardi Lubis, Asfriyanti Asfriyanti

Abstract


The Muarajambi area is a national cultural preserve with an area of 3,981 hectares covering 9 villages in 2 sub-districts. This area has quite promising tourism potential. Tourism activities in the Muarajambi Temple area are centered in Muara Jambi Village. This is due to the fact that most of the restored temples are in this area. around the main temple complex. The development of tourism is pursued by the community by forming associations and organizations, so that it can help in developing tourism in the Muarajambi Temple area. Community participation in developing tourism in the Muarajambi Temple Area is mostly done through tourism conscious groups; in general community participation is influenced by two factors. The first factor is an internal factor, internal factors that influence the Group includes a strong desire of the community to participate, a sense of concern for Group members towards the younger generation, the age of the members involved in these groups are in the productive age, and the level of education of the management also influences their participation under construction. The second factor is an external factor, an external factor that influences community participation in tourism development in the Muara Jambi village, including the large support from the government regarding community involvement in activities that support tourism. However, the role of the Muaro Jambi Regency Government which has full authority over the development of this region has not yet had an influence in the process of developing the Muarajambi Temple Area.

Keywords


Community participation; tourist destinations; muarajambi temple area.

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2006). Membangun Desa Partisipatif. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Ahmad, S.B. (2008). Metode Penelitian. Pustaka Setia. Bandung.

Aprianto, P. (2010). Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Partisipasi Masyarakat pada Pelaksanaan Program NUSSP di Kelurahan RappociniKelurahan Pannampu Kota Makasar. Universitas Diponegoro. Semarang [Tesis]

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suara Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.

Bambang, S. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata konsep dan aplikasinya di Indonesia, Gava Media, Yogyakarta.

Choirinnisa, S. (2010). Evaluasi Pendahuluan terhadap Aspek Fisik dan Kelembagaan Program Pengembangan Destinasi Percandian Muaro Jambi. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 170-182.

Davison, G. and C Mc Conville. (1991). A Heritage Handbook. St. Leonard, NSW: Allen & Unwin.

Deviyanti, Dea. (2013). Studi Tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di kelurahan Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah.Universitas Mulawarman. [Jurnal Administrasi Negara]

Devriyanti, H. (2015). Dampak Pembangunan Pariwisata Candi Muaro Jambi terhadap Sistem Mata Pencaharian Masyarakat di Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Universitas Andalas. Padang [Skripsi]

Eriansyah, and Rully, F. (2014). Peran Tuo Tengganai dalam Upaya Pelestarian Komplek Percandian Muaro Jambi. Jurnal Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas.

Hetifah, S. and Sumarto.(2003). Inovasi, Partisipasi dan Good Governance. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Higgins, Freya. (2019). Degrowing tourism: rethinking tourism. Journal of Sustainable Tourism, 2019.

Kusuma, S.T. (1987). Psiko Diagnostik, SGPLB Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Maifat, S. (2011). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata (Studi tentang pembangunan ekowisata di Kenagarian Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat ). Universitas Sumatera Utara. Medan[Skripsi]

Malau, Y.V. (2016). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Wisata Alam Danau Toba (studi deskriptif di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara). Universitas Sumatera Utara. Medan[Skripsi]

Moleong, L.J. (2007). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Offset. Bandung.

Muhadjir, N. (1989), Metode penelitian kualitatif. Rake Sarasin. Yogyakarta.

Ndraha, T. (1991). Dimensi-Dimensi Pemerintahan Desa. Bumi Aksara. Jakarta.

Narudin, D,(2007). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.Erlangga, Jakarta

Pendit, N.S. (1999). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. PT Pradnya Paramita. Jakarta.

Poernomo, M. (2004). Pembaruan Desa “ Mencari Bentuk Penataan Produksi Desa”. Lapera Pustaka Utama. Yogyakarta.

Rahardjo, S. (2013). Beberapa Permasalahan Pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Strategi Solusinya. Departemen Arkeologi Universitas Indonesia.

Sirojuzilam. (2005). Regional Planning and Development. Wahana Hijau. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, 11-15.

------ dan Mahalli, K.( 2010). Regional. Pembangunan, Perencanaan dan Ekonomi. USU Press. Medan.

Sugiyono. (2006).Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

------ (2009).Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

------(2015).Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta CV. Bandung.

Sukardi.(2009). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Bumi Aksara. Jakarta.

Suroso, H., Hakim A., and NoorI. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik.Universitas Brawijaya. Wacana, 7-15.

Suwardjoko P.W. and Indira P.W. (2007). Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. ITB. Bandung.

Suwigno. (1986). Administrasi Pembanunan Desa dan Sumber-Sumber Pendapatan Desa. Ghalia Indonesia. Jakarta Timur.

Tanjung, Bahdin, N. and Ardial, (2005). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah : (Proposal, Skripsi, dan Tesis} dan mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel Ilmiah. Kencana. Jakarta.

Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya.

Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang.

Undang-Undang Otonomi Daerah Nomor 32 Tahun 2004

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 47

Wahyu, Amir. (2019). Development of Kedah Natural Tourism Object in the Development of Leuser Ecowisata Area in Gayo Lues Regency. Birci Journal, 406-417.

Wahab, S. (1996). Manajemen Kepariwisata. PT Pradnya Paramita. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v2i4.632

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.