Trials of Local Microorganism Composition (Mol) Toward Growth and Production Plant Lettuce (Lactuca Sativa)

Erwin Pane, Marwan Marwazi

Abstract


Experiments of Various Local Microogranism Composition (MOL) Against Growth and Production of Lettuce (Lactuca sativa). This study aims to determine the effect of giving various MOLs to the growth and production of lettuce (Lactuca sativa). The design used in this study was a Non Factorial Randomized Block Design (RBD) with MOL composition treatment factors, consisting of 4 levels of treatment, namely: M0 = control, M1 = ¼ kg papaya + ar palm sugar + 2 L coconut water + 2 L rice washing water, M2 = ¼ kg papaya + ¼ palm sugar + 2 L coconut water + 2 L rice washing water + ¼ kg bamboo shoots, and M3 = ¼ kg papaya + ¼ palm sugar + 2 L coconut water + 2 L water rice washing + ¼ kg of maja fruit, and repeated 6 times. The parameters observed in this study were plant height, number of leaves, root length and wet weight of the harvest. The results showed that the treatment of various MOL compositions did not significantly affect the growth and production of lettuce plants.


Keywords


MOL; lettuce

Full Text:

PDF

References


Aliksa.2011. Sri Organik Consultant. Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat.

Arinong, A. Rahman, Vandalisna dan Asni. 2014. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Agrisistem, Juni 2014 Vol. 10 No. 1.

Ashari.1995. Usahatani Sayur-sayuran Dataran Tinggi.Media Pustaka. Jakarta.

Azis, A., M. Y. Surung,dan Buraerah. 2006. Jurnal Agrisistem. Produksi Tanaman Selada Pada Berbagai Dosis Posidan http://stoppgowa.ac.id/produksi/selada/diIndonesia/Vol.2/No.1/2006.06 Juni 2009.

Ekamaida.2010. Pengelolaan Lahan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Sistem Intensifikasi Tanaman PadiMelalui Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal dalam Pembuatan Kompos (Studi Kasus di DesaSidodadi Kabupaten Deli Serdang).Tesis.Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Universitas Sumatera Utara.

Farhan, Muhammad. 2012. Direktorat Jendral Hortikultura. Produksi Tanaman Sayuran di Indonesia Periode 2003-2007. Depatermen Pertanian. Jakarta.

Gomez, K.A. and A.A. Gomez.1995. Prosedur Satatiska untuk Penelitian Pertanian.Diterjemahkan oleh Endang Sasudin dan Justika S. Bahasyah.UI-Press. Jakarta.

Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul M.A. Diha, G.B. Hong dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah.Universitas Lampung.Lampung.

Haryanto, E., T. Suhartini dan E. Rahayu.2003. Sawi dan Selada. Penebar Swadaya, Jakarta.

Hastuti, R. 2008. Skripsi.Profil Usaha Tani Selada (Lactuca sativa) Organik di Kelompok Tani Sidomulyo Desa Windujaya Kec. Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Purwokerto.

Hidayat, N. 2010.Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Produksi Bahan Kering, Kandungan Protein Kasar Rapuh Gajah Varietas Thailand.Jurnal Ilmiah Inkoma Vol. 21 no.3 Oktober 2010.

Musnamar, I. E. 2005. Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Padat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nazaruddin.2003. Komoditi Ekspor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nurhasanah, Y.S. 2011. Air Cucian Beras Dapat Suburkan Tanaman.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Panudju, T. I. 2011. Pedoman Teknis Pengembangan Rumah Kompos.

Parawansa, Ismaya N.R. dan Ramli. 2014. Mikroorganisme Lokal (MOL) Buah Pisang dan Pepaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.). Jurnal Agrisistem, Juni 2014 Vol. 10 No. 1.

Parman, S. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang.Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Diponogoro.

Pracaya.2002. Bertanam Sayuran Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pranata, A.S. 2004.Pupuk Organik Cair : Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Purwasasmita,M.L.2009.Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktor Tanaman.Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia.

Ricard. 2011. Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal). http://id.shvoong.com/ exact-scinces/agronomy-agriculture/2031453-pembuatan-molmikroorganisme/#ixzzl ulmSyTK0.Diunduh 9 May 2012.

Rubatzky, V. E. dan M. Yamaguchi.1998. Sayuran Dunia, Prinsip, Produksi dan Gizi, Jilid 2. PenebarSwadaya. Jakarta.

Santi, L.P., Sumaryono, and Didiek H.G. 2006. Evaluasi Aplikasi Biofertilizer EMAS pada Tanaman Jagung di Pelaihari, Kalimantan Selatan.Buletin Agronomi, Vol.35 (1).2007. Departemen Agronomi Hortikultura Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI).

Setianigsih, Retno. 2009. Kajian Pemanfaatan Pupuk Oerganik Mikro Organisme Lokal (MOL) dalam Priming, Umur Bibit dan Peningkatan Daya Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.)Uji Coba Penerapan System of Intensification (SRI).Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSB) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Diunduh : 4 Maret 2011

Sidauruk, Lamria. 2016. Disain Polikultur Kentang (Solanum tuberosum) Dalam Upaya Menekan Infestasi Hama Myzus persicae Sulzer Pada Sistem Pertanian Organik.Disertasi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Soekartawi, 2003. Prinsip Ekonomi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Sunarjo, H.2003. Bertanam 30 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Toetoet. 2007. Manfaat Selada. http://www.migroplus.com/brosur/nudidaya selada/manfaat.06 Juni 2009.

Wahyudi, J. 2005. Selada, Solusi Tempat untuk Sehat. hhtp://www.indonesia.com/intisari/flona-11.html

Warsito, 2004. Tanaman Hortikultura.Penebar Swadaya. Jakarta.

Widodo, dkk. Budidaya Tanaman Selada Daun (Lactuca sativa) di Kelompok Tani Manunggal Sambi, Pakembinangun, Pakem Sleman, Yogyakarta. Available at http://idjurnal.blogspot. com/2010/08/budidaya-tanaman-selada-daunlactuca.html (Varified 28 Desember 2010).




DOI: https://doi.org/10.33258/birex.v2i1.703

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.