The Urgency of Regulatory Enforcement of Production and Circulation Laws Alcoholic Drinks (Oplosan Liquor)

Rio Dedy Heryawan, Budiarsih Budiarsih, Yovita Arie Mangesti

Abstract


The purpose of this study is to examine how the The Urgency of Regulatory Enforcement of Production and Circulation Laws Alcoholic Drinks (Oplosan Liquor). The type of research method used in writing this thesis proposal is a normative juridical method by conducting a literature study on legal materials, both primary legal materials, namely related legislation and secondary legal materials, namely literature related to the topic of the problem. Based on the results of normative research on the enforcement of the production and distribution of alcoholic beverages (alcoholic liquor) urgent for the regulation in law enforcement. This is due to the philosophical reason that intoxicating alcoholic beverages for most religions and certain ethnicities is believed to be prohibited behavior, and requires the existence of laws that provide certainty.


Keywords


urgency; production; law; alcoholic drink

Full Text:

PDF

References


Anonimous. (2008). Kamus Hukum, Citra Umbara, Bandung.

Gunawan, Rony. (2001). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Terbit Terang, Surabaya.

Risna Yekti Mumpuni. (2017). ‘Tata Laksana Keracunan Minuman Keras Oplosan (Metanol Dan Ethylene Glycol) Dengan Fomepizole, Etanol, Dan Hemodialisis’, Journal Nursing Care and Biomolecular.

M. Nur Rianto Al Arif and Euis Amalia. (2010). Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional, Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Solina Solina, Triana Arisdiani, and Yuni Puji Widiastuti. (2019). ‘Hubungan Peran Orang Tua Dengan Perilaku Konsumsi Minuman Alkohol Pada Remaja Laki-Laki’, Jurnal Keperawatan Jiwa.

Laurensius Arlimin. (2015). ‘Penegakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat, in Peneggakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat.

Imami Nur Rachmawati. (2007). ‘Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara’, Jurnal Keperawatan Indonesia.

Risna Yekti Mumpuni. (2017). ‘Tata Laksana Keracunan Minuman Keras Oplosan (Metanol Dan Ethylene Glycol) Dengan Fomepizole, Etanol, Dan Hemodialisis’, Journal Nursing Care and Biomolecular.

Sugiyono. (2012). ‘Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta.’, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta.

Soerjono Soekanto and Sri Mamudji. (2011). ‘Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat’, in Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Soerjono Soekanto. (1979).‘Masalah Penegakan Dan Kesadaran Hukum’, Jurnal Hukum & Pembangunan (https://doi.org/10.21143/jhp.vol9.no5.784).

https://id.wikipedia.org/wiki/Arak_(minuman_keras)

William S. Sahakian. (1968). System of Ethics and Value Theory, Little Field, Adams & Co., page 56

Edger Bodenheimer. (1962) Jurisprudence: The Philosophy and Method of the Law, Cambridge Massachusetts, hlm 106.

Wayne La Favre. (1964). The Decision to Take a Suspect Into Custody, Boston, Little, Brown and Company.

Satjipto Rahardjo. (2004). Sosiologi Hukum Perkembangan Metode dan Pilihan Masalah, Surakarta, Muhammadiyah University Press, hlm 173.

Barda NawawiArief. (2001). Masalah Penegakan Hukum, Bandung, Citra Aditya Bakti, hlm.

(http://www.thefreedictionary.com/ judicial+system); Terlihat a.l. dalam sumber referensi internet sbb. : Judicial system – the system of law courts that administer justice and constitute the judicial branch of government

(http://encyclopedia. thefreedictionary.com/judicial+system); the judiciary or judicial system is the system of courts which administer justice in the name of the sovereign or state, a mechanism for the resolution of disputes.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Judiciary);The judiciary (also known as the judicial system or judicature) is the system of courts which interprets and applies the law in the name of the sovereign or state. The judiciary also provides a mechanism for the resolution of disputes.

Abdurrahman. (1979). Aneka Masalah Hukum Dalam Pembangunan di Indonesia , Bandung, Alumni.

Agus Dwiyanto. (2006). Mewujudkan Good Geovernance Melalui Pelayanan Public, Yogyakarta UGM Press

Bagir Manan. (2002). Menyongsong Fajar Otonomni Daerah, Yogyakarta, FSH UII Press

Bappenas. (2004). Menumbuhkan Kesadaran Tata Kepemerintahan yang baik. Sekretariat Pengembangan Kebijakan Nasional Tata Kepemerintahan yang Baik, BAPPENAS

Deddy Supriady Bratakusumah and Dadang Solihin. (2002). Otonomi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama

Hanif Nurcholis. (2007). Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Jakarta, Grasindo

Inu Kencana Syafei. (2002). Sistem Pemerintahan Indonesia, Jakarta, Rineka Cipta

Joko Widodo. (2001) Good Governance (Telaah dan Dimensi Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi Pada Era Desentralisasi dan Otonomi Daerah), Surabaya, Insan Cendekia

Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan and Pembangunan. (2000).Akuntabilitas Dan Good Goverenance” Jakarta, Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

Modul Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV. (2008). Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI), Jakarta, LAN RI

Muchsan. (2007).Sistem Pengawasan Terhadap Aparat Pemerintah dan Peradilan Tata Usaha Negara,Yogyakarta, Liberty

Modul Pendidikan dan Pelat ihan Kepemimp inan Tingkat IV. (2008).Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI), Jakarta, LAN RI

Masyarakat Transparansi Indonesia. (2008). Prinsip-Prinsp Good Governance, MTI, Jakarta.

Meuthia Ganie-Roch man. (2000). dalam art ikel berjudul “Good governance : Prinsip, Komponen dan Penerapannya”, yang dimuat dalam buku HAM : Penyelenggaraan Negara Yang Baik & Masyarakat Warga, Komnas HAM, Jakarta.

Modul Pendidikan dan Pelat ihan Kepemimp inan Tingkat IV. (2008). Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI), Jakarta, LAN RI, hal

Moeljarto Tjokrowinoto,et al. (2004). Birokrasi Dalam Polemik , Yogyakarta, Pustaka PelajarOffset

Purwo Santoso, Makalah “ Institusi Lokal Dalam Perspektif Good Governance”, IRE, Yogyakarta

Riyadi Soeprapto.(2004).Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah menuju Good Governance, Jakarta , Hab ibie Center

Soekarno. (1986).Dasar-Dasar Manajemen, Cetakan XIV, Jakarta, Miswar.

Sumard jo.(2001).Menyikapi Fungsi Pengawasan dan Temuan, Jakarta, BP Panca Usaha,

Soewarno Handayaningrat, 1996, Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen, Jakarta, Gunung Agung

Sedarmayanti. (2004). Good Governance (Kepemerintahan yang baik) bagian kedua Membangun Sistem Manajemen Kinerja Guna Meningkatkan Produktivitas Menuju Good Governance (Kepemerintahan yang baik),Bandung, Mandar Maju,

Sadu Wasistiono,(2003).Kapita SelektaPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Bandung, Fokus Media

Lalolo Krina. (2003). Indikator Dan Tolok Ukur Akuntabilitas, Transparansi dan Partisipasi. Sekretariat Pengembangan KebijakanNasional Tata Kepemerintahan yang Baik, BAPPENAS

Soekarno. (1986). Dasar-Dasar Manajemen, Cetakan XIV, Jakarta, Miswar

Sujamto. (1986) Beberapa Pengertian di Bidang Pengawasan (cetakan II), Jakarta, Ghalia Indonesia.

Sujamto. (1986). Beberapa Pengertian di Bidang Pengawasan (cetakan II), Jakarta, Ghalia Indonesia

Tumanggor, F. et al. (2019). Handling of Narcotics Child Victims in Child Special Coaching

Institutions Class I Tanjung Gusta, Medan. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal). P. 50-55

Viktor M. Situmorang dan Jusuf Juhir. (1998). Aspek Hukum Pengawasan Melekat Dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah (cetakan II), Jakarta, Rineka Cipta.




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2101

Article Metrics

Abstract view : 38 times
PDF - 26 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.