Philosophical Overview of the Relationship between Budget Users and the State General Treasurer in the Management of Financial State (Indonesia Experience)

Achmat Subekan, Azwar Iskandar

Abstract


Legislation on state financial management is a legal form of state financial management that has a rationale. Understanding the philosophical basis of the rationale will provide strengthening of understanding of the relevant laws and regulations and authority and responsibilities to the Budget User and the State General Treasurer. This study aims to find out the rationale used in state financial management, especially related to the authority and division of responsibility between the Budget User and the State General Treasurer in the state financial management.  This research uses descriptive qualitative method with library research and cotent analysis technique with normative juridical approach . The results found that the Budget User and the State General Treasurer had an equal standing under the President. Both are packaged in check and balance relationships to protect the country's finances from arbitrary actions by certain parties. Philosophically, the Budget User is a party that "has a budget" so that it gets authority in planning the budget, implementing the budget, testing the bill, ordering payments, and accounting for the implementation of the budget. Budget Users become active parties in the implementation of the budget. Meanwhile, the State General Treasurer becomes a passive party, i.e. only carrying out payment duties in accordance with the pay orders issued by the Budget User. The Budget User becomes the party formally and materially responsible for the pay order issued, while the State General Treasurer is formally responsible for the payment.


Keywords


budget user; state general treasurer; test; formal; material

Full Text:

PDF

References


Handayani, H., Pirma, J. S., & Kiki, K. (2018). Peranan Filsafat Hukum Dalam Mewujudkan Keadilan. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(2), 720–725.

Hermoyo, B. (2012). Peranan Filsafat Hukum Dalam Mewujudkan Keadilan. Wacana Hukum, 9(2).

Irma, A. et al. (2020). Communication Management of Islamic Sharia Agency inApplying Women's Islamic Fashion in Banda Aceh. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal). P. 576-587.

John, W. C. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Khambali, M. (2014). Fungsi Filsafat Hukum dalam Pembentukan Hukum di Indonesia. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 3(1).

Listyawati, P. R. (2016). Kajian Filosofis berparadigma Positivisme: Pelaksanaan Corporate Social Responsibility sebagai Kewajiban menurut Undang-Undang dalam Mewujudkan Good Corporate Governance. Jurnal Pembaharuan Hukum, 3(2), 237–244.

Murti, E. (2015). Pengaruh Pembagian Kerja Terhadap Efektifitas Organisasi Publik Di Desa Karangrejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Jurnal Sosial, (Efektivitas Organisasi), 16, 76–92.

Prasetyo, Y. (2020). Analisis Yuridis Filosofis Terhadap Pentingnya Jaminan Kepastian Hukum Dalam Pengembangan Transaksi Keuangan Syariah. Jurnal Al Amwal, 3(1), 98–108.

Republik Indonesia. (n.d.). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Forum Konstitusi.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara RI Tahun 1999 No. 140). Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia. (2003). Unjdang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara RI Tahun 2003 No. 47). Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara RI Tahun 2004 No. 5). Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara RI Tahun 2010 No. 123). Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN (Berita Negara RI Tahun 2012 No. 1191). Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

Republik Indonesia. (2013). Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN (Lembaran Negara RI Tahun 22013 No. 103). Kementerian Hukum dan HAM RI.

Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara RI Tahun 18 No. 33). Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sari, S. P. (2016). Prosedur Pencairan Dana pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Medan II Sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara. Kertas Karya Diploma: Universitas Sumatera Utara.Schreier, M. (2012). Qualitative content analysis in practice. Sage publications.

Setyowibowo, A. (2018). Diskresi Pengelolaan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara Belanja Lainnya (Ba 999.08) dalam Kerangka Keuangan Negara. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 3(2), 91-108.Susanto, S. (2017). Harmonisasi Hukum Makna Keuangan Negara dan Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero. Proceedings, 2(1).




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2186

Article Metrics

Abstract view : 41 times
PDF - 23 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.