ISIS Ex-WNI or Indonesian Ex-ISIS? An Overview in the Perspective of National Law and International Law

Eka Widi Astuti, Xavier Nugraha

Abstract


In Indonesia, there is a debate regarding the repatriation of former ISIS citizens. One of the main issues is related to the legal protection that will be provided by the state to them, especially their citizenship status. Based on this background, the formulation of the problem in this article is legal protection for Indonesian Ex- ISIS. This article uses a legal research method with a statutory and conceptual approach. Based on the results, it was found that several Indonesian laws and regulations and several international legal instruments expressly recognize the existence of citizenship as a fundamental right for everyone, and no one can arbitrarily revoke or be denied the right to change their citizenship. Sanctions for revocation of one's citizenship status cannot be applied equally to someone whose involvement is only limited to believing in theories, doctrines, or understanding terrorism under the guise of a certain religion. Elimination of citizenship rights by a country is an act that is not taken for granted. The decision-making on the Indonesian Ex- ISIS must still refer to the principle of protecting Human Rights (HAM) and several other international legal instruments.


Keywords


ISIS; citizenship; legal protection

Full Text:

PDF

References


Agustine, O. V. (2018). Jurisprudence Enforceability on Judicial Review Authority in the Constitutional Court Decision. Jurnal Konstitusi, 15(3), 643.

Ahram, A. I. (2019). Sexual Violence, Competitive State Building, and Islamic State in Iraq and Syria. Journal of Intervention and Statebuilding, 13(2), 180–196. https://doi.org/10.1080/17502977.2018.1541577

Arifin, S. (2020). Penghilangan Hak Kewarganegaraan Bagi Eks ISIS. Widya Yuridika, 3(1), 9.

Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Jilid II. Sekretaris Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi.

Asshiddiqie, J. (2009). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. PT. RajaGrafindo Persada.

Asshiddiqie, J. (2011). Kewarganegaraan: Konstruksi Hukum Keindonesiaan. Simposium Tentang Ke-Indonesiaan Dan Kewargenagaran, 2.

Barus, Z. (2017). Analisis Filosofis Tentang Peta Konseptual Penelitian Hukum Normatif Dan Penelitian Hukum Sosiologis. Dinamika Hukum, 13(2), 313.

Basniwati, A., Nugraha, S. G., & Pitaloka, D. (2020). Status Hukum WNI Eks ISIS Dalam Perspektif Hukum Internasional. Risalah Kenotariatan, 1(2), 134–135.

Bradley, A. W., & Ewing, K. D. (2003). Constitutional and Administrative Law (13th editi). Longman Pearson.

Center, T. H. (2019). Tantangan dan Solusi Pemulangan Simpatisan ISIS. In Kajian Kontra Terorisme dan Kebijakan.

Diana, N. N. (2014). Peran Negara Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Orang-Orang Yang Tidak Memiliki Kewarganegaraan (Stateless Person) Berdasarkan Konvensi Tentang The Status Of Stateless Person 1954 (Studi Kasus Orang-Orang Etnis Rohingya Myanmar.

Effendi, A. M. (2011). Prinsip Pengakuan Dalam Pembentukan Negara Baru. Lex Jurnalica, 8(3), 214–224.

Effendi, J., & Ibrahim, J. (2020). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris (Cetakan ke). Kencana.

Faizal, A. (2020). Perlindungan dan Pemenuhan Hak Stateless Person Eks dan Keturunan Warga Negara Indonesia Atas Status Kewarganegaraan. Jurist-Diction, 3(4), 122.

Fathun, L. M. (2015). ISIS Dalam Diskursus Pembentukan Negara Bangsa. Thaqafiyyat, 16(2), 219–237.

Gulmohamad, Z. K. (2014). The Rise and Fall of the Islamic State of Iraq and Al-Sham (Levant) ISIS. Global Security Studies, 5(2), 1–11.

Haryadi, A., & Muthia, N. (2018). Gerakan Politik Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 1(1), 1–19. https://doi.org/10.23969/transborders.v1i1.783

Insiyah, S., Nugraha, X., & Danmadiyah, S. (2019). Pemilihan Kepala Daerah Oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah: Sebuah Komparasi Dengan Pemilihan Secara Langsung Oleh Rakyat. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum, 28(2), 164–187.

Isharyanto. (2016). Hukum kewarganegaraan republik indonesia: dinamika pengaturan status hukum kewarnegaraan dalam perspektif perundang-undangan. Absolute Media.

Istanto, S. (1998). Hukum Internasional. Universitas Atmajaya.

Jennings, R., & Watts, A. (1992). Oppenheim’s International Law (9th editio). Longman.

Koehane, R., & Nye, J. (2000). Globalization : What is New , What Is Not, (And So What ). Litle Brown.

Lazuardi, F. (2021). Perlindungan atau Keamanan: Dilema Kepulangan WNI Eks Kombatan ISIS. Kumparan.Com. https://kumparan.com/fahrizallazuardi/perlindungan-atau-keamanan-dilema-kepulangan-wni-eks-kombatan-isis-1vUT3N5Vn5T

Mabon, S., & Royle, S. (2017). The Origins of ISIS: The Collapse of Nations and Revolution in the Middle East. I.B. Tauris & Co.Ltd.

Manan, B. (2009). Hukum Kewarganegaraan Indonesia Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006. FH UII Pres.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum : Edisi Revisi. Kencana Prenada Media Group.

Nasution, A. R. (2017). Terorisme Sebagai ‘Extraordinary Crime’ Dalam Perspektif Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum Responsif FH UNPAB, 5(5), 87–99.

Ramanto, D. N. (2019). “Indonesian Foreign Terrorist, Fighters: History, Progress, and Challenges. Nasib WNI Simpatisan ISIS Di Suriah Dan Irak, 11.

Rijal, N. K. (2017). Eksistensi dan Perkembangan ISIS: Dari Irak Hingga Indonesia. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 13(1), 45–59.

Samu, K. A. (2018). Status Hukum Warga Negara Indonesia yang Terlibat dalam Organisasi Teroris Internasional. Lex Et Societatis :Jurnal Elektronik Bagian Hukum Dan Masyarakat Fakultas Hukum Unsrat, 6(1), 76.

Starke, J. G. (2010). , Pengantar Hukum Internasional, Edisi Kesembilan, Jakarta, , 2010, h. 120 (Edisi Kese). Aksara Persada.

Tomuschat, C. (2015). The Status of the “Islamic State” under International Law. Die Friedens-Warte, 90(3), 223–244.

Umra, S. I. (2019). Penerapan Konsep Bela Negara, Nasionalisme Atau Militerisasi Warga Negara. Jurnal Lex Renaissance, 4(1), 164–178. https://doi.org/10.20885/jlr.vol4.iss1.art9

Wulandari, E. (2014). Perolehan Kembali Status Kewarganegaraan Yang Hilang Berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan. Yuridika, 29(3), 299–309. https://doi.org/10.20473/ydk.v29i3.373

Yolla. (2010). Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia Bagi Etnis Rohingya Yang Tidak Memiliki Kewarganegaraan Menurut Hukum Internasional, , 2018, h. 4. Jurnal Hukum Adigama, 2(1), 3.

Zelin, A. Y. (2014). Mengenal lebih jauh Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin Negara Islam. BBC.COM. https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/07/140731_albaghdadi_negara_islam




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2193

Article Metrics

Abstract view : 48 times
PDF - 22 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.