Originalist Interpretation: A Method of Discovery in Criminal Law (Rechtsvinding in Het Strafrecht)

Peter Jeremiah Setiawan, Mahendra Harun Ar Rasyid, Alfian Rasyidi, Wisnu Andriawan

Abstract


Law enforcers are often faced with difficulties when faced with events that meet the formulation in criminal provisions but these are not following the nature (dem wesen nach) of the criminal provisions. To deal with these provisions, one of the legal discovery methods which can be used is to use the interpretation of originalism. The research method in this article is legal research with a statutory approach, conceptual approach, and case approach. Based on the research in this article, it was found that First, the characteristics of the interpretation of originalism as a method of discovery in criminal law is to interpret a statutory regulation according to the original intent of the legislator, so it does not deviate from the original will of the legislator. Second, the use of interpretation of originalism in criminal cases can be seen in the decision number 121/Pid.Sus/2019/PN Mll, which incidentally the judge used the interpretation of originalism related to the true meaning of competence and in the decision number 72/Pid.Sus/2020 /PN Psb, the judge used the interpretation of originalism to interpret the element "Hostile, abuse or blasphemy against a religion professed in Indonesia".


Keywords


criminal law; originalsm interpretation; discovery in law

Full Text:

PDF

References


Akbar, F. (2020). Kebijakan Formulasi Tindak Pidana Terhadap Pelaku Usaha yang Tidak Melaksanakan Putusan KPPU yang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap (BHT). Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat, 19(2), 150–164. https://doi.org/10.30743/jhk.v19i2.2336

Asshiddiqie, J. (2019). UU Omnibus (Omnibus Law), Penyederhanaan Legislasi, Dan Kodifikasi Administratif. Https://Www.Jimlyschool.Com/. https://www.jimlyschool.com/baca/34/uu-omnibus-omnibus-law-penyederhanaan-legislasi-dan-kodifikasi-administratif

Chandranegara, I. S. (2019). Bentuk-Bentuk Perampingan dan Harmonisasi Regulasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(3), 435–457. https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss3.art1

Christianto, H. (2017). Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiil Sebagai Upaya Harmonisasi Ketentuan Hukum Pidana Pornografi Melalui Internet. Indonesian Journal Of Criminal Law Studies, 2(1), 27–39.

Davidson, S. (2017). The Law of Treaties. Routledge.

Dirgantara, F., Muzakki, A., Waluyo, J. E., & Nugraha, X. (2020). Akibat Hukum Tidak Dilakukannya Pemeriksaan Setempat Dalam Gugatan Dengan Objek Sengketa Tanah : Apakah Ada ? 8(30), 600–617.

Ediwarman. (2012). Paradoks Penegakan Hukum Pidana Dalam Perspektif Kriminologi Di Indonesia. Jurnal Kriminologi Indonesi, 8(1), 38–51.

Effendi, J., & Ibrahim, J. (2020). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris (Cetakan ke). Kencana.

Fatkhurohman, F., & Kurniawan, N. (2017). Pergeseran Delik Korupsi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016. Jurnal Konstitusi, 14(1), 1. https://doi.org/10.31078/jk1411

Fauzan, H. M. (2014). Kiadah Penemuan Hukum Yurisprudensi Bidang Hukum Perdata. Kencana.

Hamzah, A. (2012). Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia & Perkembangannya. PT Softmedia.

Hapsoro, F. L., & Ismail, I. (2020). Interpretasi Konstitusi dalam Pengujian Konstitusionalitas untuk Mewujudkan The Living Constitution. Jambura Law Review, 2(2), 139–160. https://doi.org/10.33756/jlr.v2i2.5644

Helmi, M. (2020). Penemuan Hukum oleh Hakim Berdasarkan Paradigma Konstruktivisme. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 22(1), 111–132. https://doi.org/10.24815/kanun.v22i1.14792

Hiariej, E. O. S. (2015). Prinsip- Prinsip Hukum Pidana Edisi Revisi. Cahaya Atma Pustaka.

Ismansyah. (2010). Permasalahan Hukum Dalam Pengembangan Ilmu Hukum Di Indonesia (Pentingnya Reformasi Hukum Terkait Dengan Permasalahan Hukum). Jurnal Demokrasi, 9(1), 1–28.

Juanda, E. (2016). Konstruksi Hukum Dan Metode Interpretasi Hukum. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 4(2), 151–164.

Koloay, R. N. S. (2016). Perkembangan Hukum Indonesia Berkenaan Dengan Teknologi Informasi Dan Komunikasperkembangan Hukum Indonesia Berkenaan Dengan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Perkembangan Hukum Indonesia Berkenaan Dengan Teknologi Informasi Dan Komunikasperkembangan Huk. Jurnal Hukum Unsrat, 22(5), 16–27.

Lailam, T. (2014). Dalam Pengujian Konstitusionalitas Undang- Undang Terhadap Undang-. Jurnal Media Hukum, 21(1), 88–106.

Lamintang, P. A., & Samosir, C. D. (2019). Delik-Delik Khusus Kejahatan Yang Ditujukan Terhadap Hak Milik Dan Lain-Lain Hak Yang Timbul Dari Hak Milik (Edisi Revisi) (Cetakan II). Nuansa Aulia.

Latukau, F. (2019). Kajian Progres Peranan Kepolisian Dalam Sistem Peradilan Pidana. Tahkim, 15(1), 1–15.

Marzuki, P. M. (2013). Penelitian Hukum Edisi Revisi (Revisi). Kencana Prenada Media Group.

Merriam-Webster. (1982). Merriam Webster’s Collegiate Dictionary. https://www.merriam-webster.com/dictionary/originalismhttps://www.merriam-webster.com/dictionary/originalism

Mohnhaupt, H. (2008). " “Lex certa” and “ius certum”: The Search for Legal Certainty and Security. In Natural Law And Laws Of Nature In Early Modern Europe: Jurisprudence, Theology, Moral And Natural Philosophy (p. 16). Routledge.

Moonti, R. M. (2017). Ilmu Perundang Undangan. Keretakupa.

Mulyati, N. (2019). Pentingnya Membentuk Budaya Antikorupsi Dilihat dari Perspektif Pertanggungjawaban Pidana Korporasi. Nagari Law Review, 2(2), 183–194. https://doi.org/10.25077/nalrev.v.2.i.2.p.183-194.2019

Mustriadhi, A. (2020). Ratio Legis Tidak Adanya Pengaturan Upaya Hukum Dari Deponering Yang Dikeluarkan Oleh Jaksa Agung. Yurispruden, 3(1), 89–92.

Purba, I and Syahrin, A. (2019). Demand against Law and Using Authority in Corruption Criminal Action. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal). P. 194-206.

Ramadhan, F., Nugraha, X., & Felany, P. I. (2020). Penataan Ulang Kewenangan Penyidikan Dan Penuntutan Dalam Penegakan Hukum Pelanggaran Ham Berat. Veritas et Justitia. https://doi.org/10.25123/vej.3514

Rohman, T., Erdianto, E., & Widia, E. (2016). Pelaksanan Penyelidikan Dan Penyidikan Perkara Pidana Oleh Kepolisian Terhadap Laporan Masyarakat Di Polisi Sektor Lima Puluh. JOM Fakultas Hukum, 3(2), 1–15.

Ruviaro, H. M. (2019). Ton Code Est Perdu: The Question Of The Cogent Regulations And Contractual Terms Under The Prism Of Law 4.504/64 And Of Decree 59.566/66. XVI Seminário Internacional Demandas Sociais e Políticas Públicas Na Sociedade Contemporânea, 1–20.

Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (Cetakan ke). Rajawali Press.

Suhardin, Y. (2009). Fenomena Mengabaikan Keadilan dalam Penegakan Hukum. Mimbar Hukum, 21(2), 203–408. https://doi.org/10.22146/jmh.16261

Taqiuddin, H. U. (2017). Penalaran Hukum (Legal Reasoning) Dalam Putusan Hakim. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1(2), 191–199.




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2360

Article Metrics

Abstract view : 32 times
PDF - 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.