Folklore in the Development of Tourism Based on Story Telling of Karo Culture in Dokan Village

Jekmen Sinulingga, Flansius Tampubolon

Abstract


This article entitled “Folklore of Karo in the Development of Storytelling-Based Cultural Tourism in Dokan Village” was researched by Folklore approach. This study formulates 2 problem formulations, namely the form of an inventory of Karo folklore and cultural values for the development of cultural tourism in Dokan Village, and the role of Karo Folklore in the development of cultural tourism in Dokan Village, which is beneficial for the development of cultural tourism in the Karo area. The method used in this study is qualitative paradigm of ethnographic model developed by spreadly applies 12 steps of observation and 12 steps of interview. The findings this study are expected to be benefit Karo community as  a culture owners, researchers, and students who want to explore the folklore of Karo community and the development of cultural tourism in Dokan Village.


Keywords


folklore; tourism development; cultural tourism

Full Text:

PDF

References


Asriady, I. (2016). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Bissapu di Kabupaten Bantaeng. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Makassar: UNHAS.

Hasjimzum, Y. (2014). Model Demokrasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Otonomi Daerah dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pasca Reformasi. Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 14, No. 3 September 2014.

James, D. (2016). Folklor Indonesia: ilmu gossip, dongeng, dan lain lain. Jakarta: Graffiti

Nafila, O. (2013). Peran Komuninas Kreatif dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Situs Megalithikum Gunung Padang. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24, No. 1, April 2013.

Nurhadi, et al. (TT). Strategi Pengembangan Pariwisata Oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokero. Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2, No. 2, hlm. 235-331.

Propp, V. (2012). Morfologi Cerita Rakyat. (Terjemahan Noriah Taslim). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Putri, R. K. (2015). Pengembangan Pariwisata Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Bukittinggi untuk Meningkatkan Pendapat Asli Daerah. Skripsi(Tidak Diterbitkan). Padang: Universitas Andalas.

Razak, A & Rimadewi, S. (2013). Pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu di Kepulauan Seribu. Jurnal Teknik Pomits, Vol. 2, No. 1, 2013.

Sahril. (2013). Nilai Budaya dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Sumatera Utara: Suatu Kajian Model Skema Aktan dan Skema Fungsi Greimas. Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Sitepu. D. (2011). Himpunan buku legenda karo. Berastagi: Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Karo.

Serfianus, et al. (2014). Perilaku Birokrasi dalam Pemberian Pelayanan Publik (Studi pada Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Kabupaten Tunukan). eJournal Administrative Reform, Vol. 2, No. 3, 2014.

Tri Agustina.et al. (2016). Peranan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai Trikora 2 dan 4 di Kabupaten Bintan. Naskah Publikasi: Universitas Maritim.




DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i4.2791

Article Metrics

Abstract view : 2 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.